Background

Tahapan Jadi Dokter

Ada yang pengen jadi dokter? banyak pastinya
anak kecil yang nggak tahu apa apa bahkan kalo ditanyain "besok gede mau jadi apa?" pasti jawabanya "dokter" ato paling-paling "guru"
tapi makin besar, cita cita jadi makin beragam. ada yang mau jadi dosen, akuntan, dll.
kalo menurut pengalaman sih biasanya pada bingung mikirin cita-cita itu kelas 3 SMP.
kalo aku, aku selalu pengen jadi seorang dokter. kenapa?

1. aku pengen banget pake jas putih itu.
2. jelas dong aku pengen nyembuhin orang-orang yang sakit, aku pengen bantu sesama secara nyata. yaitu aku sendiri yang terjun dan memastikan kesembuhannya
3. karena di daerahku cuma ada satu dokter anastesi, aku (kalo kesampean) mau lanjutin ke spesialis anastesi (amin)
4. pengen buat orang tua bangga. pengen kasih liat ke SMP ku sekarang kalo aku bisa sukses jadi dokter.
5. mau buat panti asuhan. (ini bener'' cita cita terbesarku) kalo nggak ya seenggaknya punya anak asuh.
6.dll. terlalu panjang kalau kusebutin disini.

setelah cari tau sana-sini, aku jadi tau kalo jadi dokter itu perlu tahapan SBB :

1. MASUK FAKULTAS KEDOKTERAN
Kalau aku sih pengennya di UGM. tapi ya nggak harus disana lah, semua itu tergantung pribadi nya masing-masing kok. toh ntar jadi dokter juga nggak bakal dicantumin lulusan mana, masih banyak universitas yang FK nya bagus. nah, setelah lulus kuliah di FK ini (4 tahun) baru deh bisa dapet gelar S.Ked.(sarjana kedokteran) tapi belum bisa dibilang seorang dokter
2. Ko-Ass
Berkat bukunya kak Ferdiriva Hamzah (CADO-CADO 1-3 #tak saranin baca. konyol banget tapi banyak sisi pengetahuannya) aku jadi ngerti seluk beluk ko-ass. jadi makin mantep jadi dokter. kita harus menjalani ko-ass (co-assistent dokter) selama dua tahun. setelah itu akan mendapat ujian, nah kalau lulus kita akan mendapat gelar dr. (akhirnya jadi dokter beneran) terus disumpah, ini nih yang namanya sumpah dokter :

“Saya bersumpah bahwa saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya.
Saya akan memelihara sekuat tenaga martabat, tradisi luhur jabatan kedokteran.
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.
Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita.
Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial.
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.
Teman sejawat akan saya perlakukan sebagai saudara kandung.
Saya akan menghormati setiap insani mulai dari saat pembuahan.
Sekalipun diancam saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya”
3. PTT (Pegawai Tidak Tetap)
Dapet gelar dokter bukan berarti bisa langsung praktek, kita harus menjalani PTT di daerah daerah pelosok (ditentukan dinas kesehatan) selama kurang lebih satu tahun. selama itu kita akan digaji sekitar 2.500 per bulan dan dirapel setiap 3 bulan.


Nah, setelah PTT barulah dokter boleh membuka prakterk, tentunya setelah mendapan izin praktek
Jadi dokter itu tanggung jawabnya tinggi, mereka megang nyawa orang di tangan mereka. mereka wajib bantu orang-orang disekeliling mereka.
saat yang lain libur, mereka tetep masuk kerja. nggak peduli malam, nggak peduli lagi liburan, capek, kalau ada yang butuh pertolongan, mereka wajib nolong.
iya sih, aku masih kelas 3 SMP, tapi keyakinanku buat jadi dokter udah mantep banget, udah kupertimbangin mateng-mateng. nggak tergoyahkan. Mudahkan jalanku Ya Allah :)
STRATEGIKU? tunggu post berikutnya, makasih :D

Categories: Share

Leave a Reply